Monitoring deformasi bangunan di area tambang dilakukan untuk mengetahui perubahan posisi struktur dari waktu ke waktu. Lingkungan operasional yang dipengaruhi aktivitas alat berat, pergerakan material, dan kondisi tanah yang dinamis membuat pengamatan berkala menjadi penting sebagai dasar evaluasi teknis.
Di salah satu site pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua, Pak Rainer menjalankan monitoring secara mingguan, dua mingguan, dan bulanan menggunakan Leica Nova MS60 MultiStation. Setiap siklus pengukuran membentuk rangkaian data yang dapat dibandingkan untuk melihat apakah struktur tetap stabil atau menunjukkan perubahan tertentu.
Monitoring Bukan Sekadar Satu Kali Pengukuran
Nilai monitoring deformasi tidak berasal dari satu hasil pengukuran. Data baru menjadi bermakna ketika titik referensi, sistem koordinat, area pengamatan, dan prosedur pengukuran dijaga secara konsisten pada setiap periode.
Karena itu, instrumen yang digunakan harus mampu mendukung pengukuran titik secara presisi sekaligus memberikan informasi tambahan mengenai kondisi permukaan struktur.
Pengukuran Prisma dan Scanning dalam Satu Instrumen
Leica Nova MS60 menggabungkan fungsi total station, digital imaging, konektivitas GNSS, dan 3D laser scanning melalui teknologi mergeTEC. Hasil pengukuran titik, gambar, dan point cloud dapat direferensikan dalam sistem koordinat yang sama.
Untuk pengukuran prisma, teknologi ATRplus mendukung automatic aiming dan target locking serta menyesuaikan parameter terhadap perubahan kondisi lingkungan. Spot analyser pada ATRplus juga membantu membedakan refleksi prisma dari objek reflektif lain yang berada di sekitar area kerja.
Berdasarkan data sheet resmi Leica Geosystems, MS60 memiliki akurasi sudut 1 detik dan akurasi pengukuran jarak ke prisma sebesar 1 mm + 1,5 ppm dalam kondisi pengujian yang ditetapkan.
Data yang Lebih Lengkap dalam Setiap Siklus
Selain mengamati posisi titik melalui prisma, Leica Nova MS60 dapat melakukan 3D laser scanning dengan kecepatan maksimum hingga 30.000 titik per detik. Dalam satu kunjungan lapangan, tim dapat memperoleh data posisi titik sekaligus dokumentasi geometri permukaan dalam bentuk point cloud.
Pengukuran prisma membantu menunjukkan perubahan pada titik tertentu, sedangkan scanning memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai permukaan struktur. Area scan yang telah ditentukan juga dapat digunakan kembali pada pengamatan berikutnya dengan parameter yang sama atau disesuaikan sesuai kebutuhan monitoring.
Melalui 3D viewer pada Leica Captivate, hasil titik dan point cloud dapat diperiksa langsung di lapangan. Hal ini membantu memastikan area yang dibutuhkan telah terekam sebelum tim meninggalkan lokasi.
Nilai Leica Nova MS60 untuk Monitoring Deformasi
Nilai utama Leica Nova MS60 terletak pada kemampuannya menggabungkan pengukuran titik yang presisi dan dokumentasi permukaan dalam satu workflow. Tim tidak hanya memperoleh informasi mengenai perubahan posisi pada titik monitoring, tetapi juga memiliki data geometri yang dapat mendukung evaluasi kondisi struktur secara lebih menyeluruh.
Dengan data yang konsisten dari satu periode ke periode berikutnya, monitoring tidak lagi sekadar aktivitas pengukuran rutin. Setiap siklus menjadi bagian dari rekam kondisi struktur yang dapat digunakan sebagai dasar analisis dan pengambilan keputusan teknis.
PT Mitra Sarana Geomatika menyediakan produk Leica Geosystems original, konsultasi teknis, kalibrasi alat, dukungan akses ke Leica Geosystems Service Center Indonesia, serta after-sales support profesional di seluruh Indonesia.
Konsultasikan kebutuhan Leica Nova MS60 dan workflow monitoring struktur bersama tim PT Mitra Sarana Geomatika.
