Dalam konstruksi tambang bawah tanah, setiap tahap pekerjaan membutuhkan data kondisi aktual yang dapat dipercaya. Mark-up survey diperlukan sebagai acuan pelaksanaan, as-built survey digunakan untuk memeriksa hasil pekerjaan, sedangkan 3D scanning membantu mendokumentasikan geometri galian, drift, bangunan, dan instalasi secara lebih menyeluruh.
Habibulloh Khomeini menggunakan Leica Nova MS60 dan Leica RTC360 untuk mendukung kebutuhan tersebut. Masing-masing instrumen memiliki peran berbeda, mulai dari pengukuran konstruksi hingga dokumentasi existing sebelum pengembangan dilakukan.
Leica MS60 dari Mark-Up hingga As-Built
Leica Nova MS60 digunakan untuk mendukung mark-up survey, as-built survey, serta 3D scanning pada area galian dan drift underground.
Seperti yang disampaikan Pak Habibulloh:
“Saya sering menggunakan Leica MS60 untuk support pekerjaan konstruksi mulai dari mark-up survey hingga as-built dan 3D scan galian maupun drift underground karena cepat dan langkah proses yang sederhana.”
Leica MS60 menggabungkan pengukuran total station, digital imaging, dan 3D laser scanning dalam satu MultiStation. Melalui teknologi mergeTEC, single-point measurement, gambar, dan point cloud dapat direferensikan dalam sistem koordinat yang sama.
Dengan kemampuan scanning hingga 30.000 titik per detik, tim dapat melakukan pengukuran titik sekaligus merekam permukaan galian atau struktur dalam satu workflow. Hasilnya juga dapat diperiksa melalui 3D viewer pada Leica Captivate sebelum tim meninggalkan lokasi.
Nilainya tidak hanya terletak pada kecepatan pengukuran. Tim dapat menggunakan data yang saling terhubung untuk mendukung pekerjaan sipil, struktur, pengecekan posisi instalasi mekanikal, as-built, dan evaluasi kondisi aktual.
Leica RTC360 untuk As-Built Kondisi Existing
Untuk bangunan existing yang akan diperluas atau dikembangkan, Pak Habibulloh menggunakan Leica RTC360 untuk merekam kondisi aktual dalam bentuk point cloud.
Leica RTC360 memiliki laju pengukuran hingga 2 juta titik per detik. Dalam pengaturan yang ditentukan pada data sheet, full dome scan dan spherical HDR image dapat diperoleh dalam waktu kurang dari dua menit. Kecepatan dan tingkat kerapatan point cloud dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.
Visual Inertial System atau VIS pada RTC360 juga melacak perpindahan scanner dari satu setup ke setup berikutnya untuk membantu penyelarasan point cloud secara otomatis. Data dapat dilihat dan diperiksa di lapangan melalui Leica Cyclone FIELD 360.
Untuk proyek pengembangan, point cloud memberikan dokumentasi geometri existing yang dapat digunakan sebagai referensi sebelum tim merencanakan penambahan struktur, perubahan layout, atau pemasangan fasilitas baru.
Dua Instrumen untuk Tahap Pekerjaan yang Berbeda
Leica MS60 dan Leica RTC360 memberikan nilai pada kebutuhan yang berbeda.
Leica MS60 mendukung pekerjaan konstruksi yang membutuhkan pengukuran titik presisi, mark-up, as-built, dan scanning dalam satu sistem koordinat. Leica RTC360 berfokus pada akuisisi point cloud secara cepat untuk mendokumentasikan bangunan dan fasilitas existing secara menyeluruh.
Kombinasi keduanya membantu tim bergerak dari penentuan posisi di lapangan hingga dokumentasi kondisi aktual. Data yang dihasilkan dapat menjadi dasar untuk memeriksa hasil pekerjaan, merencanakan pengembangan, serta mengambil keputusan teknis dengan pemahaman kondisi site yang lebih lengkap.
Pekerjaan underground membutuhkan instrumen yang tepat, workflow yang sesuai, dan dukungan teknis yang dapat diandalkan. PT Mitra Sarana Geomatika menyediakan produk Leica Geosystems original, konsultasi teknis, kalibrasi alat, dukungan akses ke Leica Geosystems Service Center Indonesia, serta after-sales support profesional di seluruh Indonesia.
Diskusikan kebutuhan mark-up, as-built, dan 3D scanning untuk proyek tambang bawah tanah bersama tim PT Mitra Sarana Geomatika.
